Beranda > Personal > Sebuah obsesi

Sebuah obsesi

Bismillahirahmanirrahim

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Heuuuh to d point aja yah… ini bukan blog saya yg pertama, udah ada 4 blog yg pernah dibuat. Tapi yah gitu semuanya gak keurus, gak ada isinya, kalo pun ada yaahh cuman copyan dari artikel punya orang lain .

Jadi writer itu impian saya dah lama, dari mulai coret2 bikin cerpen, diary, atau tulisan apapun yg idenya kadang2 nemplok begitu saja dikepala. Tapi ya gitu (mungkin kata ini akan sering keluar ditulisan perdana ini) semuanya jalan ditempat, gak ada perkembangan, gak ada kemajuan, alasannya sangat2 lah klasik, gak ada waktu.

Sebenarnya tahun 2006 yang lalu adalah tahun yg cukup mencerahkan untuk mengembangkan hoby menulis ini. Di tahun ini saya dianugerahi seorang sahabat yg spesial, dia adalah seorang penulis sekaligus editor. Kang Opik biasa saya panggil, dia bekerja di Syamil, dan dia merupakan salah satu penulis yg sedang naik daun karirnya. Berbagai macam lomba penulisan novel yang bertaraf nasional dia ikutin, dan gelar juarapun sering digondolnya pulang. Taufik Sapto Rohadi (punten kalo salah ngeja) atau TASARO untuk nama penanya di setiap novel yg dia tulis.

Tapi yah entah kenapa, virus menulis ini belum menggila juga. Padahal Kang Opik senantiasa membuat saya iri dengan berbagai macam prestasinya di bidang tulis menulis. Dan terkadang ego ini berbicara “gw bisa bikin yg lebih baik dari yang dia bikin” tapi ya gitu..hanya ego belaka tanpa implementasi nyata. Omong kosong

Kini di blog ke4 yg masih gak jelas nasibnya, saya coba (untuk yg kesekian kali) berbagi ide, pemikiran dengan para pembaca.

Semoga zat yg Maha Dasyat memberikan kekuatan yang dasyat kepada ku agar bisa senantiasa istiqomah dalam beramal kebajikan. Dan semoga semua tulisan yg ada diblog ini nantinya akan menjadi amal kebajikan yg dapat bermanfaat bagi seluruh alam… Amiiiiin .

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Kategori:Personal
  1. tasaro
    Agustus 29, 2007 pukul 3:48 am

    Pa kabar, bro…. eh, jemuran kayumu tertimpa papan, hancur deh…What should I do? he….he… ke mane aje, Bang. Miss u, n ur daughter so much….. Ane dah gak di Syaamil. Lagi berusaha menghargai diri sendiri dengan memberi ruang gerak pada kapasitas otak….he…he…

  2. salmanalfarisy
    September 1, 2007 pukul 4:38 am

    Alhamdulillha sehat wal’afiat bro. Wooow.. ancur yah, yaahh sudah gapa, namanya juga musibah. Ane lagi di jakarta sekarang, lagi ngembangin bisnis. Sukses deh buat nte, semoga segalanya lancar. Nanti kalo ane ke jatinangor lagi mampir deh ketempat nte

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: