Beranda > Pendidikan > Sudah Lulus Pengen Ngapain ?

Sudah Lulus Pengen Ngapain ?

“Sudah lulus pengen ngapain ?” itu merupakan pertanyaan klasik yang sering saya ajukan kepada beberapa teman-teman yang sedang nyusun skripsi, yang sedang menunggu waktu sidang skripsi, atau teman-teman yang sedang menunggu waktu untuk di wisuda. Jawaban yang paling sering saya dengar adalah “Ingin bekerja”, namun ketika pertanyaannya dipertajam menjadi “Ingin bekerja dimana?” maka wajah mereka kebanyakan akan berkerut, berpikir sejenak dan keluar jawaban “Nggak tahu, ngelamar2 dulu kali, kalo gak yah ikutan tes CPNS” , yang pasti pada kondisi seperti itu saya merasakan ada semacam ketidakpastian pada masa depan yang sedang mereka hadapi. Beda halnya bagi teman-teman yang kuliah di Fakultas Kedokteran, yang tentu sudah jelas mereka akan kerja menjadi apa, di mana, gajinya berapa. Atau ada beberapa teman juga memberikan jawaban bahwa mereka akan sekolah lagi, atau jawaban yang cukup mengglitik yaitu nunggu dilamar, tapi jawaban seperti itu jarang sekali saya dengar. Sepertinya banyak diantara mereka yang belum siap menerima kenyataan bahwa mereka bukanlah mahasiswa lagi, mereka ibarat seorang prajurit yang akan pergi ke medan perang namun tidak disertai dengan persenjataan yang lengkap atau perencanaan yang memadai. Walhasil banyak diantara menjadi pengangguran lantaran belum siap untuk ‘Terjun Ke Dunia Nyata’ yang begitu liar, ibarat hutan belantara, lengkap dengan pepohonan, semak-semak, serta binatang buas yang siap memangsa setiap saat.

Ada apa dengan mereka ? Sebenarnya jawaban yang ingin saya dengar adalah jawaban yang benar-benar terstruktur, jawaban yang dipenuhi dengan semangat percaya diri, seperti ” Saya ingin bekerja ditempat anu, kalau tidak diterima saya akan melamar keperusahaan anu, atau mungkin kesebrang pulau keperusahaan anu, kalo gak dapet juga yah saya ingin wirausaha, dengan jualan anu, sumber modalnya sendiri sudah saya persiapkan dari si anu, target marketnya anu, dan saya yakin dalam sekian tahun saya bisa jadi pengusaha sukses dibidang anu” dengan jawaban yang seperti ini setidaknya menunjukkan bahwa mereka adalah individu-individu yang benar-benar siap bersaing didunia nyata, dan bisa bersaing dengan yang lain. Dan sekali lagi sangat sedikit mahasiswa yang menjawab begitu semangatnya seperti itu.

Saya melihat kondisi seperti ini terjadi dikarenakan ketika masih kuliah mereka terlalu disibuki dengan aktifitas kuliah yg begitu padat. 7 s/d 8 mata kuliah persemester sudah cukup membuat mereka ‘lupa’ untuk memikirkan masa depan mereka yang sebenarnya setelah lulus nanti. Jangankan untuk membicarakan masalah kebersihan kampus, atau melakukan kegiatan sosial sebagai pengabdian kepada masyarakat, memikirkan masalah perkuliahan pun tak jarang diantara mereka yang keteteran, apalagi memikirkan kondisi bangsa yang sedang carut marut ini,. Sehingga tidak heran jika organisasi-organisasi kemahasiswaan dikampus, hanya diminati oleh segelintir mahasiswa saja, belum lagi hal ini diperparah dengan sering gontok-gontokan nya antar sesama lembaga kemahasiswaan kampus, sehingga banyak mahasiswa ogah untuk bergabung kedalamnya. Padahal menurut saya organisasi kemahsiswaan di kampus merupakan salah satu wadah untuk pendewasaan diri, guna mempersiapkan pribadi yang ‘tahan banting’, untuk bergelut di dunia nyata.

Saya tidak tahu sampai kapan hal seperti ini akan berlanjut, namun jika hal ini dibiarkan berlarut-larut, pasti akan memberikan dampak yang negatif bagi bangsa ini kelak, jika calon generasi penerus bangsa masih bingung dengan masa depannya sendiri. Saya merasa ada something wrong dengan kurikulum yang sedang kita anut sekarang. Atau mungkin karena individunya yang tidak dapat mengatur waktu ? sayangnya mata kuliah untuk manajemen diri itu bukan merupakan matakuliah umum yang diajarkan disetiap fakultas. Sebenarnya jika kita mau, ketika masih kuliah pun kita bisa memanfaatkan jaringan pertemanan sebagai jaringan bisnis, yang dapat kita kembangkan setelah lulus nantinya. Demikian halnya tentang pencarian informasi-informasi perusahaan yang potensial bagi kita untuk menjadi tempat kita bekerja kelak. Dan ketika kita masih kuliah, kita seharusnya sudah paham betul mengenai tekhnik membuat surat lamaran, curuculum vitae, resume, proposal bisnis, teknik ketika wawancara kerja, teknik bernegosiasi, atau pengetahuan mengenai tata cara pendirian sebuah perusahaan, namun sayang sekali fasilitas pelatihan untuk hal yang seperti ini sangat jarang sekali.

Saya punya impian bahwa setiap mahasiswa tingkat akhir dibina sedemikian rupa dalam sebuah lembaga yang memberikan pelatihan-pelatihan yang komprehensip, yang membuat mereka lebih siap untuk terjun kedunia nyata. Materi pelatihannya cukuplah materi yang sederhana-sederhana saja, seperti teknik membuat surat lamaran kerja, teknik membuat proposal bisnis, cara membuat Perseroan Terbatas, cara mengeksport sebuah komoditi, pelatihan menjahit, pelatihan menyablon, dan pelatihan-pelatihan yang lainnya, yang sekiranya dapat menunjang masa depan mereka kelak. Lembaga ini seperti ‘inkubator bisnis’ , yang dikelola oleh lembaga kemahasiswaan kampus, dibina oleh fakultas, serta disokong penuh oleh jaringan alumni. Para pelatihnya cukuplah dari para alumni yg telah berpengalaman dibidangnya masing-masing. Dan semuanya berjalan dalam semangat kekeluargaan, dan pengabdian almamater tanpa mengurangi profesionalisme. Tapi yaah itu tadi, baru sekedar impian, dan butuh kerja keras dari berbagai pihak untuk mewujudkannya. Ada komentar ?

Kategori:Pendidikan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: