Beranda > Humaniora > Warga Korea Selatan Paling Stres di Dunia

Warga Korea Selatan Paling Stres di Dunia

Orang mana yang paling merasa stres dalam hidup? Menurut sebuah jajak pendapat yang dibuat oleh AP-Ipsos di sepuluh negara, warga Korea Selatan menduduki peringkat pertama. Sejumlah 81 persen orang mengalami stres sehari-hari.

Persentase orang Korea Selatan yang merasa stres kerap kali atau kadang-kadang dalam hidup sehari-hari itu lebih tinggi dibanding angka rata-rata yang jumlahnya 75 persen. Itu hasil pertanyaan “pada umumnya, berapa sering Anda mengalami stres dalam kehidupan sehari-hari: tak pernah, jarang, kadang-kadang, atau sering kali”.

Menurut Associated Press yang mengadakan polling itu, perubahan sosial karena perkembangan Korea Selatan yang cepat menyebabkan peningkatan stres di kalangan penduduknya sehingga empat dari lima orang mengatakan mengalami stres sehari-hari.

Keadaan ini dimulai dari usia muda, di mana anak-anak melewatkan berjam-jam setelah sekolah untuk berbagai kursus dan les agar bisa bersaing untuk memasuki universitas karena nantinya memengaruhi pilihan pekerjaan bahkan perkawinan.

“Korea Selatan telah mengalami perubahan-perubahan besar dalam masa pendek dalam hal politik, ekonomi, dan masyarakat dibanding negara-negara lain,” kata Dr Ko Kyoung-bong, seorang guru besar psikiatri di Fakultas Kedokteran Universitas Yonsei, Seoul.

Polling itu dilaksanakan oleh Ipsos, sebuah lembaga polling internasional di Australia, Kanada, Perancis, Italia, Jerman, Meksiko, Korea Selatan, Spanyol, Inggris, dan AS. Jajak pendapat itu dilakukan pada sekitar 1.000 orang dewasa di masing-masing negara pada 13-26 November.

Tujuh negara mempunyai angka yang tak jauh berbeda, antara 73 dan 77 persen dalam hal sering atau kadang-kadang merasa stres sehari-hari, dengan Spanyol dan Meksiko berhasil lolos dari cengkeraman 70-an persen itu.

Ada empat dari sepuluh orang Spanyol yang merasa jarang atau bahkan tidak pernah merasa stres. AP mengomentari mungkin itu karena kebiasaan siesta atau tidur siang.

Dari sepuluh negara yang dilibatkan dalam jajak pendapat itu, Meksiko mempunyai angka paling kecil dalam hal “merasa stres”. Hanya 45 persen orang yang disurvei mengatakan sering atau kadang-kadang stres.

Ini mungkin soal cara memandang hidup saja, atau lebih khusus lagi cara memandang stres, kata Jesus Aeala, seorang kondektur kereta api berusia 18 tahun, berkeluarga dengan dua anak.

Menurut dia, sulit mengatur kebutuhannya untuk memberi nafkah bagi keluarganya dengan keinginannya untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi agar bisa memperoleh pekerjaan yang lebih baik.

“Ada hal-hal yang bisa Anda kontrol dan ada hal-hal yang tidak bisa Anda kontrol,” katanya.

Hasil total dari kesepuluh negara itu juga memperlihatkan bahwa hanya 14 persen responden yang sering merasa bahwa hidupnya sudah tak bisa dikuasai lagi. Sejumlah 24 persen merasa kadang-kadang saja, sedangkan 32 dan 30 persen merasa jarang bahkan tidak pernah merasa bahwa hidupnya di luar kontrolnya.

Ini menyiratkan bahwa walau merasa stres, orang tetap merasa dapat menguasai hidupnya.

Penyebab tingginya angka stres di Kanada (76 persen), menurut Dr Mark Berger, seorang ahli depresi dan stres pada Universitas Toronto, antara lain adalah orang-orang yang tinggal di pinggiran kota harus berangkat pagi-pagi dan pulang lebih malam karena lalu lintas sehingga jarang bertemu keluarga dan kurang tidur. Keadaan serupa dialami penduduk pinggiran kota Jakarta.

Masalah keuangan menjadi penyebab stres paling penting pada 34 persen responden, disusul pekerjaan. Di Italia, salah satu hal yang juga disebut sebagai penyebab stres adalah birokrasi yang dikenal tidak efisien.

Bagi sebagian orang, stres dimulai sejak muda. Bak Jong-hyun, mahasiswa (22), merasa mendapat stres dari usia muda, ujian, dan kegiatan lain. Dia mengkhawatirkan masa depannya. Tapi itu semua, “Tak cukup untuk membuat saya merasa tak bisa menguasai hidup saya,” katanya. (AP/DI)

Sumber : http://www.kompas.co.id

Kategori:Humaniora
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: