Beranda > Pendidikan > Melatih Konsentrasi Anak

Melatih Konsentrasi Anak

Banyak cara yang dapat digunakan sebagai sarana untuk melatih konsentrasi dan memori anak..  dari yang murah meriah (dg menggunakan butiran beras/kacang merah/air) sampai yang membutuhkan biaya lumayan besar (logico dan produk PAS).

Sebelum saya mengenal logico dan PAS, saya memanfaatkan benda-benda sekitar untuk melatih  onsentrasi RAVI n ZAZA. misalnya..

  1. Menjumput (menggunakan jempol dan telunjuk) butiran beras atau kacang merah sambil  menghitung jumlahnya, selain melatih konsentrasi juga melatih motorik halus anak.
  2. Memindahkan air dari mangkuk/baskom kedalam botol dgn menggunakan tutup botol tsb. Lakukan dgn tangan kanan dan kiri secara bergantian.
  3. Bermain Puzzle jg diyakini dapat meningkatkan konsentrasi dan memori anak.Kotak susu bekas dapat dibuat menjadi puzzle sederhana.

Murahkan?

Sedikit informasi, saat ini LOGICO dapat dibeli langsung di distributor Penerbit Kanisius.Produk  AS jg lumayan bagus (maaf, tidak bermaksud promosi)selain gambarnya lebih sederhana jg  memiliki tingkat kesulitan yg bervariasi..
Semoga bermanfaat.

Sumber : milist sekolahrumah@yahoogroups.com,  indicacentre

Kategori:Pendidikan
  1. rizal DP
    Juli 24, 2008 pukul 9:10 pm

    mohon informasi untuk cara melatih anak konsentrasi yang paling mudah dan tidak membosankan. terimaksih

  2. hadi kusuma
    September 8, 2008 pukul 8:11 am

    web ini perlu di pelajari9 oleh setiap orang tua guna peningkatan kualitas anak

  3. Nikken SW
    Maret 30, 2009 pukul 4:33 pm

    Melatih konsentrasi anak dengan memanfaatkan benda sekitar ternyata lebih efektif dan murah meriah. selain itu juga meningkatkan hubungan yang lebih erat antara ibu dan anak

  4. isha
    Oktober 5, 2009 pukul 9:21 am

    saya guru tk yang mengalami masalah dengan anak didik yang lemah dalam berkonsentrasi.dia udah 2tahun berada dikelas yang sama.alasan kenapa dia tidak di naikkan adalak kemampuan fokus pada pelajaran kurang

    • salmanalfarisy
      Desember 30, 2009 pukul 12:17 pm

      kalu boleh tahu metode pembelajaran yang diterapkan di sekolahnya seperti apa? apakah menggunakaetode holistic learning yang pendekatannya berdsarkan kecerdasan jamak si anak

  5. tiara
    Desember 13, 2009 pukul 12:14 pm

    mohon saran lebih cara meningkatkan konsentrasi anak usia 9 tahun?

    • salmanalfarisy
      Desember 30, 2009 pukul 1:44 pm

      Ada banyak hal yang bisa kita lakukan bu, tergantung dari jenis kecerdasan si anak

  6. ARDIAN
    April 3, 2010 pukul 3:35 am

    selamat siang.
    ingin curhat sekalian tanya.
    saya pnya anak. 6 tahun laki2.
    sekarang dah tk 0besar. di lihat cara berfikir. bertanya. bermain. anak saya sebenarnya cerdas. itu kesimpulan saya dan gurunya. tp mengapa ya? kosentrasi ke pelajaran kok susah banget. jangankan membaca. huruf a-z aja blum hafal.
    yg ingin sy tanya gimana caranya agar anak berfikir, fokus ke pelajaran. tidak main melulu?
    sebelumnya trima kasih.

    • salmanalfarisy
      April 5, 2010 pukul 8:44 am

      Cerdas, konsentrasi, bermain. Sekedar sharing, setiap anak diumur sekian (sampai dengan 12 tahun) memang sedang fasenya bermain, jadi mereka lebih senang “bermain” dari pada “belajar”, nha seninya itu pak, bagaimana kita mengemas “belajar” ini ada dalam sebuah “permainan”.

      Anak sebagai anugerah dari Tuhan pada dasarnya mempunyai potensi yang sama, hanya saja dalam teknis pembelajarannya mereka mempunyai cara yang berbeda, hal ini umumnya di sebut muliple intelegence. Kalau tidak salah, dalam multiple intelegence ada 11 tipe kecerdasan pada anak, dan masing tipe kecerdasan memiliki model pendekatan yg berbeda.

      Kemudian, anak-anak yang aktif pada otak kirinya tentu berbeda pada anak2 yg aktif pada otak kanannya. Anak2 otak kanan, untuk belajar membaca cenderung mengingat secara visual, untuk detail anak2 otak kanan, dan otak kiri bapak bisa mencari literaturnya di internet atau buku di toko buku terdekat. Untuk anak bapak, coba untuk sekolah dasarnya di masukkan ke sekolah alam, yg mana metode pembelajarannya lebih mengedepankan permainan. Semoga bermanfaat.🙂

  7. Vidi
    Juni 24, 2010 pukul 4:50 am

    Saya punya anak laki2 umur 5th (mau naik tk B), tapi sampai saat ini saya masih bingung hrs apa, krn anak saya tidak bisa konsentrasi mendengarkan orang lain. padahal dia termasuk anak yg cerdas krn untuk sesuatu yg baru, kita cukup menjelaskannya 1x saja dia langsung mengerti. kecuali untuk hal mewarnai atau menulis. bgmn cara mengatasinya ya?

    • salmanalfarisy
      Juli 7, 2010 pukul 4:19 pm

      Sekilas penilaian awam saya, Anak Ibu (kalo dari nama sepertinya Ibu) merupakan anak yang kinestetik, jadi tidak bisa diam, dan dalam menyerap informasi dia kana selalu bergerak. Tipe anak kinestetik ini umumnya kalo kita suruh duduk pasti badannya bergerak-gerak. Sebenarnya tidak ada yg salah dengan anak Ibu, dia cukup diajak bicara dari hati kehati, dia tidak akan menyerap jika perintah itu dilakukan dengan membentak, jadi harus tatap mata. Saran saya coba di terapi hipnoterapi, ketika anak akan tertidur dimalam hari (sesudah menguap, dan akan memasuki fase tidur) coba di bisikkan kata-kata sugesti positif seperti (misal namanya Joko) ” Joko anak yang hebat, joko rajin belajar, joko anak yang pintar, belajar itu menyenangkan, joko akan duduk yang manis dan serius untuk menerima pelajaran, joko senang sekali belajar, joko senang sekali sekolah, joko anak yang hebat” diulang-ulang, lakukan selama 3 hari (berturut-turut), kita lihat hasilnya

  8. Agustus 2, 2010 pukul 1:46 pm

    thx ilmunya mas salman. mudah2n semakin banyak artikel macam ini-sehingga bisa berbagi ilmu pada orangtua-orangtua yang lain

  9. Fifi
    September 27, 2010 pukul 3:54 am

    Selamat pagi,

    saya punya masalah yang memang menurut saya, saya telat menindaklanjutinya. Sehingga menjadi tambah sulit.

    1. Bagaimana cara agar anak tidak banyak melamun di dalam kelas ? Saya sdh mintakan perhatian khusus ke gurunya, bahkan sampai pindah bangku ke depan. Tetap saja tdk ada perubahan. Kalau saya tanyakan apa yg dilamunkan, dia tidak menjawab.
    Unt diketahui, waktu TK, dia anak yang pintar / menonjol / periang
    Sejak masuk SD drastis perubahannya (skrg kls 2), suka melamun, prestasi kelas menurun tajam.
    Tapi kalau di jam istirahat, kembali menjadi anak periang dan sporty (bahkan kebanyakan teman mainnya anak lelaki. Badan Fasza mmg sekel (bukan gendut). Yang kalau sdh main sampai basah bajunya keringatan juga berantakan.

    2. Mendidik anak agar hormat pada ortu? Krn kami dulu banyak mentoleransi jika anak menolak perintah ortu (terutama mandi, makan, belajar,dll). Dulu ortu saya mndidik sy dengan pukulan kalau terjadi hal spt itu. Saya sdh berniat tdk akan menggunakan fisik pada anak sy. Tapi melihat jadinya sekarang, sy berpikir, metode ortu kita lebih empuh. Akhirnya sekrg sy mulai pakai fisik kalau anak menolak (setelah sebelumnya disampaikan dan dibujuk dulu). Sedih sekali sebenarnya. Apalagi ternyata dia sangat keras kepala. Sdh di cubit beberapa kali, tetap sambil agak menolak. Atau kalaupun dijalankan, belajar / makannya lamaaaaaaa sekali, akhirnya kita darah tinggi lagi. Unt diketahui, makan, mandi masih dibantu ; dimandikan, disuapi)

    Saya bingung dan khawatir dengan perkembangan moral anak saya, sempat terpikir mau ditaruh ke pesantren saja. Tapi saya nggak tega.
    Tolong dibantu Bu.
    Terima kasih banyak
    Fifi

  10. etha
    Oktober 1, 2010 pukul 5:54 am

    anak saya perampuan berumur 6th kelas 1sd. dia susah sekali konsentrasi dg pelajarannya. kalau diajak berbicara jarang mau kontak mata. dia lancar bicara umur 3th & suka marah kalau diajak melakukan hal-hal yg membutuhkan konsentrasi. bagaimana cara penanganannya? apa dia perlu sekolah di tempat khusus? logico & pas dijual di solo tdk? thanx

    • salmanalfarisy
      Desember 11, 2010 pukul 9:42 pm

      Coba di cari tahu kecerdasan jamaknya (multiple intelegence, http://en.wikipedia.org/wiki/Theory_of_multiple_intelligences) dgn menggunakan tes “sidik jari”. Nanti akan terlihat kecerdasan seperti apa si anak, dan bagaimana cara mendidiknya agar optimal. Semoga bermanfaat

  11. edi
    Mei 27, 2011 pukul 4:48 am

    anak sya usia 4,5thn.tapi klo ditanya belum bisa menganalisa dan menjawab.bagaimana cara melatih dia agar tau menjawab pertannyaan.misal ditanya siapa namanya dia tidak taau menjawabnya padahal klo dipanggil namannya dia tau menoleh bahkan dia sering sebut2 namanya sendiri.

    • salmanalfarisy
      Juni 13, 2011 pukul 10:10 am

      pertumbuhan kecerdasan ank berbeda2 prosesnya, sering2 lah di ajak bermain yg dapat menumbuhkan minat sia anak. Misal bisa di ajak di pusat perbelanjaan, semacam carefour atau giant, dan di ajak bereksplorasi di bagian sayuran, buah dan ikan dan daging, kita ajak mereka mengenal nama2 buah2an dan sayuran yg ada di lokasi, sambil bermain mereka juga belajar, sebagai alternatif mekanisme belajar yg ada di artikel yg telah saya share ini

  12. atty
    Juni 23, 2011 pukul 8:17 am

    Anak saya umur 6 tahun menjelang 7 tahun, dari informasi guru tk maupun madarasah anak saya termasuk cepat menangkap pelajaran, hanya kami sebagai orang tua merasakan anak kami sangat aktif dan susah untuk konsentrasi, selalu bergerak, kdg2 kami sebagai orang tua kewalahan dengan semua aktifitasnya. Anak kami pernah ikut tes psikotes dan hasilnya anak kami cerdas di atas rata2 dan lemah dalam hal konsentrasi, selain itu jg melakukan test sidik jari ,tentang gaya eksplorasi anak yang hasilnya hampir semuanya high (sangat bagus). Kami mohon sarannnya untuk bimbingan anak kami terutama melatih konsentrasinya. Terima kasih banyak sebelumnya.

  13. evi
    September 17, 2011 pukul 8:33 am

    Pak Salman, boleh saya minta email bapak karena ada postingan saya di web bapak dan yang saya minta tolong untuk dihapus.

    thanks

    • salmanalfarisy
      November 21, 2011 pukul 2:03 am

      m.salmanalfarisie(at)gmail(dot)com .. kalo boleh tahu tulisan yg mana bu ?

  14. rahmi
    November 20, 2011 pukul 4:12 pm

    mas, saya mau sharing, anak saya umur 6 tahun 2 bulan, saya sudah terlanjur memasukkannya sekolah Sd. Ternyata pelajarannya beda banget dengan kita dulu. anak saya dibanding teman sekelasnya yang lain umurnya kalah, sehingga ia termasuk yang menengah. sebenarnya ia bisa mengikuti, tetapi ia tidak bisa konsentrasi. kalu disuruh guru menulis yang dipapan tulis, kalau ia lihat banyak, ia akan langsung merasa malas, menulis sekedarnya saja. kalau diajari,konsentrasinya hanya 10 menit. kalau dikasih soal yang kayak kuis, baru ia senang. apa mungkin anak saya bisa melanjutkan sekolahnya, mas. saya takut ia akan kalah terus dari temannya yang memang beda hampir 1 tahun umurnya dengan dia.

  15. ira
    November 21, 2011 pukul 4:59 am

    maaf mau sharing,anak saya laki2 umur 4,5th….TK kecil dr guruny cerita klu disekolahan diberi tugas nulis angga n huruf susahnya minta ampun ,sering lupa…malah sering main sendiri,tp klu mewarnai dia suka bgt…dirmh jg gt klu belajar nulis sulitny minta ampun klu mewarnai dia suka….kykny kurang konsentrasi gt,,,,mohon minta carany saya mendidik n belajari ank saya,,,agar saya gk emosi trs….mohon bantuannya….mksh

    • salmanalfarisy
      November 22, 2011 pukul 10:53 am

      Ibu Ira yang baik, setiap anak pada dasarnya adalah cerdas, dan menariknya mereka punya cara-cara yang khusus dalam menyerap informasi dari lingkungannya. Anak2 kita adalah pribadi yang unik, yg sedikit banyak merupakan cerminan dari pribadi orang tuanya, coba perhatikan kira-kira anak ibu mirip Ayahnya atau Ibunya ?🙂 . Kemudian bu, karena anak2 itu memliki pribadi yang unik kita tidak bisa menyamaratakan perlakuan dalam proses pendidikannya, karena kembali anak kita adalah mahluk hidup, manusia, bukan robot, yang setiap tekan tombol on dia hidup, dan tombol off dia berhenti. Oleh karenanya diperlukan kebijaksanaan dari Orang tua dan Guru dalam mendidik, menggali potensi anak, berdasarkan sifat-sifat dasar mereka, bukankah itu fungsi dari orang tua dan guru ? kita tidak bisa memaksakan cara2 yang mungkin, anak kita kurang suka, jadi alangkah lebih bijaksananya jika kita yang menyesuaikan berdasarkan perilaku anak kita. Dari kisah ibu sekilas, terlihat bahwa anak Ibu gemar sekali mewarnai, jadi ibu bisa modifikasi mewarnai, namun mewarnai angka, atau huruf. Atau menulis hurufnya dengan spidol, crayon, atau pensil warna, agar lebih semangat. Kasih sayang yang tulus, merupakan modal utama untuk menggali potensi anak berdasarkan kodrati dari Tuhan nya, tugas kita lah untuk membimbing mereka agar menjadi pribadi yang tangguh, semoga bermanfaat🙂

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: