Kepompong

Sebuah kepompong terlihat merekah kecil. Sebintik kepala berusaha mengeluarkan dirinya. Perlahan-lahan, kepala itu keluar sedikit demi sedikit dari kepompong. Sementara kupu-kupu tersebut berjuang untuk mengeluarkan dirinya, seorang laki-laki memperhatikan dengan seksama semua kejadian itu. Keingintahuan laki-laki itu membuatnya tetap bertahan memperhatikan bagaimana perjuangan kupu-kupu itu keluar dari kepompongnya.

Lama setelah berjuang membebaskan dirinya, tiba-tiba kupu-kupu itu berhenti. Padahal belum seluruh tubuhnya keluar dari kepompong. Melihat keadaan itu, laki-laki tadi merasa kasihan. Dia kemudian mengambil gunting dan memperbesar lubang tempat keluar kupu-kupu. Dengan cara itu, kupu-kupu tadi dapat keluar dengan mudah dari kepompongnya.

Tapi.apa yang terjadi? Ternyata, badan kupu-kupu itu penuh berisi cairan. Dia tunggu sampai lama, ternyata kupu-kupu itu tidak pernah dapat terbang sebagaimana dia inginkan ketika membantunya keluar dari kepompong. Satu hal yang tidak diketahui laki-laki tadi, dengan cara keluar dari kepompong melalui lubang yang kecil, sebenarnya Tuhan sedang memaksa agar cairan di kupu-kupu itu mengalir ke sayap-sayapnya. Seharusnya, jika kupu-kupu itu dibiarkan berjuang secara alami, dia akan dapat segera terbang setelah seluruh tubuhnya keluar dari kepompong.

*****

Terkadang apa yang menurut kita baik belum tentu baik disisi Alloh Swt, dan sebaliknya yang menurut kita buruk belum tentu buruk di sisi Nya. Alloh Swt, sangat mengetahui apa yang di butuhkan oleh hambanya. DIA mempunyai cara-cara yang misterius yang terkadang akal dan pikiran kita tidak dapat menangkapnya. Semua yang berlaku pada diri kita, sesungguhnya adalah sarana tarbiyah bagi kita dalam rangka peningkatan derajat di sisi-Nya, tinggal kita senantiasa melakukan intropeksi terhadap berbagai aktifitas kita, apakah akatifitas kita menjadi jalan atas ke ridhoan-Nya atau justru menjadi penyebab atas kemurkaan-Nya. Kemudian kita bersabar, dan bertawakal atas segala ketentuan-Nya, dan tetap senantiasa untuk meluruskan niat, dan juga menyempurnakan ikhtiar. Wallahualam Bishawab.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: