Beranda > Tips & Trik > Kiat Mencegah Penculikan Anak

Kiat Mencegah Penculikan Anak

Penculikan anak akhir-akhir ini kembali terdengar. Dari 2004-2006 tercatat 200-an kasus penculikan anak dilaporkan kepada polisi setiap tahunnya dan hanya separuhnya saja yang terungkap. Segmentasi korban penculikan telah meluas. Anak dari keluarga ekonomi menengah ke bawah juga menjadi sasaran. Motifnya pun semakin bervariasi. Tak lagi hanya karena kesulitan ekonomi, tetapi berkembang menjadi penjualan anak atua untuk menekan pihak lawan yang sedang berkonflik. Berikit beberapa hal yang terkait dengan penculikan, termasuk kiat untuk menghindarinya.

Modus penculikan anak dan penjualan anak
1. Penculikan anak di sekolah
Modusnya antara lain mengambil perhiasan, menguasai orang secara umum, misalnya untuk dijual, dipekerjakan sebagai pengemis, meminta uang tebusan, serta diambil organ tubuhnya.

2. Penculikan bayi oleh pembantu atau orang yang dikenal.
Motifnya, anak tersebut diperjualbelikan.

3. TKW yang hamil di Malaysia, kemudian dibawa ke perbatasan Indonesia. Saat lahir, bayi itu kemudian diambil oleh calo.

4. Penculikan dan penjualan bayi diklinik bersalin.

5. Wanita dihamili pacarnya, yang merupakan kelompok penculik. Saat bayi lahir kemudian diculik.

6. Siswa SMP diculik dengan dalik telah menganiaya adiknya, kemudian meminta uang tebusan kepada orangtua korban.

Lokasi-lokasi rawan penculikan :
– Di lingkungan sekitar sekolah, terutama di tempat jemputan.
– Di rumah, penculik membawa korban saat orangtua sedang lengah.
– Pinggir jalan, penculik mengajak pergi korban baik dengan halus atau kekerasan.
– Pusat belanja atau tempat wisata, penculik memanfaatkan kelengahan orangtua.

Kiat menghindari penculikan:
– Beri pengertian pada anak agar tidak meladeni ajakan orang yang tidak dikenal, tidak mudah tergiur dengan bujuk rayu dari orang yang dikenal maupun tidak dikenal.

– Ajarkan anak untuk langsung pulang ke rumah seusai sekolah dan wajib memberitahu orangtua bila hendak pergi bermain.

– Anak sebaiknya tidak memakai perhiasan atau membawa barang mahal yang bisa memicu penculikan.

– Sediakan selalu orang yang Anda percaya untuk berada di samping anak balita Anda bila ia bermain di luar rumah.

– Jangan memberi kesempatan orang asing sering datang ke rumah, misalnya pacar pembantu.

– Jalin komunikasi yang baik dengan anak dan sekolah.

– Sekolah harus bersikap tegas dan bertanggung jawab terhadap siswanya selama di sekolah, termasuk mengawasi dan memastikan orang yang mengantar jemput anak.

– Jika anak menggunakan jasa angkutan antar-jemput, orangtua harus mengetahui siapa pengemudi kendaraan.

– Jika menggunakan angkutan umum, ajari anak untuk pergi dan pulang secara berkelompok sehingga mudah dideteksi secara dini jika ada yang hilang.

– Ajari anak untuk berteriak minta tolong sekeras-kerasnya atau mencari tempat persinggahan yang aman bila ada orang yang memaksa ikut.

– Segera hubungi nomor polisi jika ada penculikan (telp 110), nomor telepon sahabat anak (TESA), telp 129, serta telepon hotline komnas perlindungan anak 021-8779 1818

– Ingat, sebagian penculikan dilakukan atau dibantu oleh bekas orang dekat atau orang yang masih memiliki ikatan keluarga, tetapi sedang berkonflik dengan keluarga korban.

Sumber: www.Kompas.co.id

Kategori:Tips & Trik
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: