Arsip

Archive for Juni, 2009

Siapa Sebenarnya Otak Teror WTC?

Los Angeles – Peristiwa meledaknya menara kembar World Trade Center (WTC), New York, 11 September 2001, telah memakan banyak korban dan trauma panjang warga AS. Namun, insiden itu hingga kini masih menyisakan misteri dan sejumlah kejanggalan. Bahkan orang yang disebut sebagai otak penyerangan itu kini mengaku dipaksa mengarang cerita tentang teror. Mengapa?

Khalid Shaikh Mohammed selama ini dituding sebagai otak peledakan WTC. Namun, pada Senin (15/6) lalu, seperti dilansir Los Angeles Times, ia mengaku keterangan yang diberikannya selama ini diungkapkan karena ia tak tahan dengan siksaan saat diinterogasi CIA.

Pengakuan itu diungkapkan Mohammed setelah dia dipindahkan ke penjara militer Guantanamo pada 2006. Sebelumnya, dia ditahan di penjara rahasia CIA setelah ditangkap pada 2003. Hal ini juga disimpulkan berdasarkan dokumen yang diteliti harian itu.

“Saya mengarang cerita,” kata Khalid. Ia mengungkapkan hal itu dalam bahasa Inggris yang terpatah-patah saat ditanya soal keberadaan pemimpin Al-Qaeda, Osama bin Laden.

Setiap kali ia ‘tidak tahu’, para penyidik CIA langsung menyiksanya. Sehingga, dia akhirnya menjawab sekenanya. “Dia ada di wilayah ini,” katanya soal Osama.

Dokumen yang dibeberkan Los Angeles Times sendiri didapatkan dari seorang pengacara dari Persatuan Kebebasan Sipil Amerika (American Civil Liberties Union). “Ini menekankan pernyataan yang tidak bisa dipercaya berdasarkan pengakuan dari hasil penyiksaan,” kata Direktur ACLU’s National Security Project, Jameel Jaffer.

Pengakuan itu mungkin belum seberapa. Beberapa waktu yang lalu, lima tersangka utama tragedi 9/11 menyimpan kejutan. Seorang di antaranya, Ziad Al Jarrah, ternyata pernah cukup lama bekerja untuk agen intelijen Israel Mossad.

Menurut artikel yang dipublikasikan media mingguan AS, American Free Press, Al Jarrah terbukti terlibat dalam peristiwa pada 11 September 2001 itu. Bersama keempat kawannya, mereka dengan bangga mengakuinya. Namun, fakta bahwa pria berkebangsaan Libanon itu adalah mantan agen Mossad sangat mengejutkan AS.

Apalagi, Al Jarrah bukanlah agen biasa saat bekerja untuk Mossad. Menurut pengakuannya, ia pernah bekerja dalam operasi penyamaran di kelompok Palestina dan Hizbullah Libanon sejak 1983.

Hubungan Israel dengan tragedi 9/11, menurut harian suratkabar New York Times bisa diselidiki dengan menelusuri lima orang yang dikenal sebagai dancing Israeli. Ketika pesawat Flight 11 dan Flight 175 menabrak menara kembar itu, lima orang Israel terlihat menari dan bersorak-sorai di lokasi kejadian.

Kelima warga Israel yang diduga agen Mossad itu ditahan selama 71 hari sebelum akhirnya dilepas. Sejak itulah, CIA mencurigai keterlibatan Mossad dan melakukan pengawasan yang tak membuahkan hasil, hingga memasuki hampir tahun ke delapan tragedi itu.

“Tak ada keraguan bahwa hal itu (perintah menutup penyidikan) datang dari Gedung Putih. CIA berasumsi hal ini akan ditutupi sehingga Israel dianggap sama sekali tak terlibat dalam tragedi 9/11,” demikian kesimpulan New York Times.

Sebuah jajak pendapat di 17 negara yang dipublikasikan 10 September 2008 sendiri menunjukkan belum ada konsensus tentang pelakunya. Jajak pendapat yang dilakukan dari 15 Juli-31 Agustus 2008 tersebut meliputi 16 ribu lebih responden di 17 negara.

Hasilnya, mayoritas responden di sembilan negara saja yang meyakini Al-Qaeda bertanggung jawab atas serangan 11 September 2001. Di Eropa, 56% responden di Inggris dan Italia meyakini Al-Qaeda, dan didukung 63% responden di Prancis dan 64% di Jerman. Sementara 23% responden Jerman dan 15% responden Italia melimpahkan kesalahan kepada pemerintah AS.

Sementara di Timur Tengah, 43% responden Mesir meyakini Israel berada di balik serangan itu. Keyakinan ini diperkuat oleh 31 responden Yordania. Sementara 36% responden Turki dan 27% responden Palestina menimpakan kesalahan di pundak pemerintah AS.

Di Amerikan Latin, 30% responden Meksiko melimpahkan kesalahan kepada AS dan 33% meyakini Al-Qaeda berada di balik serangan itu. Hanya dua negara di Afrika yang mayoritas mutlak responden meyakini kelompok ekstrem itu bertangung jawab. Yakni Kenya (77% responden) dan Nigeria (71% responden).

Tragis atau mungkin lebih tepat ironi. Di saat sejumlah fakta dan data ditemukan, justru hal itu selalu menguap begitu saja. Bahkan, semua dianggap merupakan bagian bagian dari teori konspirasi yang langsung dibantah oleh sejumlah analis.

Delapan tahun hampir berlalu sejak tragedi itu melukai banyak pihak. Namun, tak kunjung ada kejelasan siapa sebenarnya pelaku aksi biadab itu. [P1]

Sumber : www.inilah.com

Penulis : Nusantara HK Mulkan

Iklan
Kategori:Sejarah

Demo Firefox 3.5 Pamerkan Masa Depan Video di Web

Wicak Hidayat – detikinet

Jakarta – Firefox 3.5 sedang dikembangkan oleh Mozilla. Dalam demonstrasinya, Firefox 3.5 menunjukkan kemampuan video online di masa depan yang cukup mencengangkan. Seperti apa?

Mike Beltzner, Direktur Firefox, mendemonstrasikan kemampuan Firefox 3.5 pada TechCrunch. Seperti dikutipdetikINET dari video demonstrasi di situs TechCrunch, Rabu (10/6/2009), nampak kemampuan video dari browser Open Source terbaru itu. 

Beltzner menunjukkan adanya kemampuan video player yang tertanam pada Firefox 3.5 untuk memutar format video Ogg. Pemutar video tersebut juga disebut mendukung HTML 5, standar terbaru dari bahasa HTML yang sedang dikembangkan. 

Pada Firefox 3.5, ujar Beltzner, tampilan video player tersebut bisa diubah-ubah dengan mudah karena menggunakan Javascript. Kemudian, ia mendemonstrasikan bagaimana video player itu bisa mendeteksi objek dalam video dan memanipulasinya. 

Beltzner menempatkan gambar di atas video yang kemudian ikut bergerak bersama video itu. Tak hanya gambar, ia bisa memasukkan teks yang diketikkannya saat itu juga hingga video lain. 

Kemudian, Beltzner menunjukkan bagaimana video yang tampil bisa diberikan filter secara cepat dari sisi pengguna. Misalnya untuk mengubah tampilan menjadi hitam putih, sepia atau mendeteksi ‘edge‘. Bahkan video pun bisa diputar atau didistorsi. 

Lebih lanjut, Beltzner mengatakan, karena mendukung HTML 5 maka di dalam video itu bisa dipasangkan link dan elemen interaktif lainnya. Hal ini diramalkan akan membuka berbagai kemungkinan lain dalam video di web yang saat ini belum tercapai dengan format flash. 

Tertarik untuk mencoba Firefox 3.5 Beta? Unduh di situs Mozilla ( wsh / ash )

 

Sumber : www.detikinet.com

Kategori:Teknologi

Netbook Bertenaga Matahari, Terbit

iUnika, perusahaan asal Spanyol telah memperlihatkan empat netbook terbaru mereka pada ajang LibreMeeting yang disponsori oleh Free Knowledge Foundation di Madrid. Di antara netbook terbaru tersebut, terdapat dua buah model netbook super ramah lingkungan yang mendukung panel surya dan terbuat dari bahan bio plastik.

Perangkat ramah lingkungan tersebut dijual di kisaran harga 130 sampai 160 euro atau 180 sampai 220 dolar AS, dengan bobot 700 gram, menggunakan sistem operasi Linux dan prosesor berkecepatan 400MHz.

iUnika telah menempatkan memori flash sebesar 64GB sebagai media simpan, RAM sebesar 128MB, WiFi dan 10/100 Ethernet untuk konektivitas. Netbook dengan layar 8 inci ini mampu mendukung resolusi 800×480 pixel.

Meski ada versi yang menggunakan panel surya pada casing berbahan bio plastik yang dapat didaur ulang, tampak dari gambar panel tersebut tidak cukup untuk memproduksi daya lebih dari 4 watt. Dengan konsumsi daya yang sekitar 3-4 watt, kemungkinan besar panel surya tersebut hanya cukup untuk menyimpan data sesaat setelah baterai habis dan melakukan shutdown dengan baik.

Akan tetapi, usaha membuat netbook ramah lingkungan tersebut patut diacungi jempol. Menurut informasi yang VIVAnews kutip dari The Inquirer, 18 Mei 2009, netbook tersebut baru akan beredar di pasaran sekitar Juni mendatang. (mf)

Sumber : www.vivanews.com

Kategori:Teknologi

Sony Kenalkan Sensor Gerak untuk PS3

Jakarta – Sukses yang diraih Nintendo Wii rupanya membuat panas Sony. Pada Electronic Entertainment Expo (E3), Sony pun mengumumkan alat kendali game dengan sensor gerak. 

Seperti dikutip detikINET dari 1UP, Rabu (3/6/2009), dalam konferensi pers di E3 Sony memperkenalkan perangkat kendali game dengan sensor gerak (motion controller). Dalam demonstrasinya Sony menunjukkan perangkat ini bisa digunakan bersamaan dengan PlayStation Eye. 

Kamera dari PlayStation Eye akan menempatkan sosok pemain dalam game. Kemudian, perangkat berbentuk ‘tongkat’ itu bisa berubah menjadi pedang, pistol, raket tenis dan busur panah. 

Langkah Sony ini menyusul Nintendo Wii yang sejak muncul memang mengedepankan sensor gerak untuk kendali game. Di sisi lain, kubu Microsoft justru nampak lebih menjanjikan dengan sistem kendali ‘Project Natal’. 

Alat kendali gerak dari Sony ini nampaknya baru akan beredar pada 2010. Game yang memanfaatkan perangkat ini pun belum terdengar.
( wsh / ash )

Sumber : www.detikinet.com

Kategori:Teknologi

Apa Makna ‘Project Natal’ pada Xbox 360?

Jakarta – Microsoft telah memperkenalkan sistem kendali baru untuk konsol Xbox 360 yang bernama ‘Project Natal’. Sistem kendali baru itu memanfaatkan gerak tubuh, mendeteksi ekspresi wajah maupun suara dari pemain.

Apa makna di balik ‘Project Natal’?
 
Alex Kipman, pria di balik teknologi tersebut, ternyata tidak sembarangan memberi nama. Natal terinspirasi dari nama sebuah kota yang berada di timur laut Brazil.
 
Seperti dikutip detikINET dari kotaku, Rabu, (2/6/2009). Selain sebagai nama kota,  Natal dalam bahasa Latin mempunyai arti ‘dilahirkan’ dan menurut Alex itu adalah ungkapan yang tepat karena ‘Project Natal’ diyakini akan ‘melahirkan’ pengguna baru pada Xbox 360. 

‘Project Natal’ memang diharapkan bis memancing pengguna baru untuk Xbox 360 di luar kalangan gamer pada umumnya. Video demonstrasi ‘Project Natal’ dari Microsoft menampilkan aktivitas bermain Xbox 360 sebagai aktivitas keluarga, layaknya bermain Nintendo Wii.( eno / wsh )

Sumber : www.detik.com

Kategori:Teknologi