Beranda > Humaniora, Kesehatan > Reformasi Kesehatan Obama Disetujui Kongres AS

Reformasi Kesehatan Obama Disetujui Kongres AS

Terlepas dari kontroversinya sebuah negara yang bernama Amerika, tapi pemerintahan mereka memperjuangkan hak-hak memperoleh kesehatan bagi rakyat nya sendiri, bagaimana dengan di Indonesia ?

Washington, Seperti yang telah diyakini Presiden AS Barack Obama, Kongres AS menyetujui rancangan undang-undang (RUU) reformasi kesehatan. Dalam voting yang diadakan Minggu, 21 Maret waktu setempat, RUU kesehatan tersebut disetujui oleh 219 anggota. Sedangkan 212 anggota menolaknya.

Kini RUU tersebut tinggal menunggu ditandatangani oleh Obama untuk menjadi legislasi baru yang bersejarah. Menurut sejumlah anggota Kongres, Obama diperkirakan akan meneken RUU tersebut secepatnya pada Selasa, 23 Maret waktu setempat.

Keberhasilan lolosnya RUU ini menandai reformasi kesehatan terbesar di AS yang akan memperluas asuransi kesehatan bagi sekitar 32 juta warga AS yang belum memiliki asuransi.

Begitu RUU kesehatan ini dilaksanakan, nantinya hampir seluruh warga AS, tepatnya 95 persen populasi akan memiliki asuransi kesehatan.

Ketua DPR AS Nancy Pelosi menyambut gembira momen bersejarah ini. “Ini proposal rakyat Amerika yang menghormati tradisi negara kita,” ujarnya seperti dilansir AFP, Senin (22/3/2010).

RUU kesehatan ini merupakan salah satu janji utama Obama selama kampanye kepresidenan tahun 2008 lalu. Obama telah berjuang keras untuk menggolkan RUU yang mendapat penolakan penuh dari Partai Republik ini.

Obama dijadwalkan menyampaikan pidato langsung dari Gedung Putih pada Minggu malam waktu setempat mengenai hasil voting ini.

Dalam sebuah suratnya terbukanya kepada publik, Obama menjelaskan kenapa isu kesehatan menjadi sangat krusial di AS dengan mengisahkan cerita tentang Natoma Canfield.

“Natoma adalah penderita kanker dan untuk itu dia menjadi nasabah asuransi kesehatan,” Obama memulai kisahnya.

Namun, perusahaan asuransi terus menaikkan preminya tiap tahun. Bahkan sampai US$ 10.000 (Rp 91 juta) tiap bulan. Natoma tak sanggup lagi dan berhenti menjadi nasabah asuransi. Dia lalu menyurati Obama dan berkeluh kesah.

“Dua minggu lalu Natoma kolaps. Dia terkena leukimia (kanker darah). Dia kebingungan bagaimana dia bisa selamat secara finansial. Saya sekarang bicara karena Natoma,” jelas Obama.

Menurut dia, ternyata masih banyak warga negara AS lain seperti Natoma. Penghasilan mereka tidak seberapa dan mereka berhadapan dengan premi asuransi kesehatan yang mahal. Ketika mereka sakit, sudah tidak ada.

“Ibu saya juga meninggal karena kanker. Dalam enam bulan terakhir hidupnya, saya masih melihat dia berdebat dengan perusahaan asuransi kesehatannya,” ungkap Obama.

(ir/ir)

Sumber : http://health.detik.com

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: