Beranda > Humaniora, Islam > Akal, Nafsu dan Qolbu

Akal, Nafsu dan Qolbu

Dalam siklus sebuah penciptaan, Alloh Swt telah meninggikan derajat mahluk yang bernama manusia. Beragam ilmu dan pengetahuan telah Dia benamkan dalam akal manusia. Akal, inilah perantara Tuhan untuk membenamkan ilmu dan pengetahuan, yang nantinya akan dipergunakan sebagai alat bertahan hidup dimuka bumi, yang memang manusia dipersiapkan untuk menjadi khalifahnya, pemimpinnya. Dengan akal, dan ilmu pengetahuan yang terbenam didalamnya manusia mampu melakukan improvisasi dalam rangka menjalankan perannya sebagai pemimpin dimuka bumi. Terlebih, ada banyak kejadian dialam semesta, atau ayat2 Kauniyah, yg Alloh berikan sehingga manusia dapat belajar dengan akalnya.

Dan Allah Yang Maha Kuasa pun menganugerahkan manusia sifat yg bernama nafsu, yg dengannya terciptalah hasrat dan semangat untuk membuat hidup ini menjdi dinamis. Sebut saja nafsu makan, nafsu untuk mendpatkan kekayaan, dan kesejahteraan, dan berbagai macam nafsu lainnya. Sebagian orang membahasakan nafsu dengan istilah semangat, hasrat, atau apapun yg mencerminkan pengajawantahan ekspresi dari nafsu itu.

Disinilah yg menarik, manusia mengkombinasikan akal dan nafsunya untuk mepertahankan eksistensinya dimuka bumi. Kedua instrument tersebut pada akhirnya membantu manusia untuk menentukan keputusan2 untuk melanjutan perjalanan hidupnya. Apa itu salah? benar? baik? buruk? hina ? mulia? benci ? cinta? dan semua pilihan2 yg ditemui oleh manusia. Instrument inilah yg mengambil peran untuk menentukan pilihan.

Nha tantangannya, bagaimaana keduanya bisa berjalan sinergi?. Karena pada kenyataannya nafsu, sebagai salah satu sifat yg Alloh berikan kepada manusia, selalu digunakan oleh Iblis, Setan dkk, untuk memperdaya manusia. Yang seringkali membuat keputusan2 yg diambil oleh manusia didominasi oleh nafsu yg dikuasai setan. Keputusan yg di provokatori oleh setan itu cenderung melalaikan hakikat khalifah dimuka bumi, melalaikan sebuah siklus “kehidupan” dikampung akhirat, melalaikan dari pengharapan ridho Illahi dalam setiap penjalanan aktifitas.

Kemudian Alloh mengutus Nabi dan Rasul, yg bersamanya dititipkan firman-firman Tuhan, ayat-ayat Illahiah, aturan main bagi manusia, pedoman dasar bagi manusia dalam menjalani perannya sebagai khalifah. Sebuah aturan main yg menjelaskan hal-hal yg harus dilakukan, dan juga hal-hal yg harus dihindari, tidak boleh disentuh sama sekali. Disini juga dijelaskan bagimana Iblis, setan dkk menjadi musuh manusia yg paling utama. Serta diajarkan juga bagaimana caranya mengekang hawa nafsu, dan mengoptimalkan kerja akal.

Peran Nabi dan Rasul membantu manusia untk dapat memahami pedoman dasar ini. Jadi ketika manusia berinteraksi dengan FENOMENA DI ALAM SEMESTA/ AYAT-AYAT KAUNIYAH dan melakukan IMPROVISASI dalam mengambil keputusan untuk kehidupannya mereka menjadi kan AYAT-AYAT ILLAHIAH ini sebagai landasan utamanya. Sehingga walaupun keputusan yg diambil merupakaan hasil improvisasi akal, namun Insya Alloh dapat menghadirkan Ridho Illahi, karena masih berlandaskan Ayat2 Illahiah.

Hidup ini ibarat kita mngendarai sebuah mobil, dengan akal fikiran, dan juga semangat yg ditularkan oleh nafsu, kita dapat berkendara kemana saja. Ayat2 Illahiah ibarat buku pedoman berkendaraan yg dilengkapi peta petunjuk arah perjalanan, alat Gps, sebagai petunjuk arah yg kita prioritaskan untuk dicapai, sehingga manusia aman, dan nyaman dalam berkendara. Yg nantinya kendaraan kita tiba di wilayah2 yg dapat menghadirkan Ridho Illahi, dan juga kebahagian dunia dan akhirat, Insya Alloh.

Wallahu’alam bishawab

  1. Maret 26, 2011 pukul 1:22 pm

    bagaimana peran qolbu dalam mengendalikan nafsu dan akal?

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: