Beranda > Humaniora, Kesehatan, Lingkungan > Kalo belum makan nasi, bukan makan namanya?

Kalo belum makan nasi, bukan makan namanya?

Dulu, sering kita mendengar kalimat yg menjadi judul diatas, terlebih ketika saya masih menjadi mahasiswa. Sering teman-teman berkelakar, walaupun sudah makan roti, ubi, mi instan, kue, paku ?, beling?, seng ? makan ati?😀 atau apapun kalo belum makan nasi namanya bukan makan.

Tapi sepertinya sekarang budaya tersebut sudah berubah, setidaknya bergeser sedikit. Karena faktanya ketika kita sudah makan mi instan 1 bungkus, seringkali hal itu sudah bisa menggantikan nasi, jika masih lapar? makan 2 bungkus dan seterusnya :p .

Makanya tidak heran di Indonesia, negeri yang sedang sering dilanda bencana😦 , mi instan sering dijadikan andalan untuk memberikan bantuan bagi para korban yang tinggal dipengungsian. Padahal jelas, mi instan tersebut harus direbus terlebih dahulu, dan itu tidak praktis, terlebih ditempat pengungsian.

Walaupun bisa dimakan tanpa direbus, namun menurut saya fungsinya sebagai pengganti nasi menjadi kurang optimal, karena hanya berperan seperti kerupuk saja. Lain halnya jika direbus terlebih dahulu maka mi tersebut akan melar, dan menjadi cocok sebagai ‘pengganjal perut’, karena didalam perut akan semakin melar (bener gak yaaaa).

Yang menariknya saya pernah membaca satu berita, bahwa ada salah satu tokoh dari sebuah lembaga (saya lupa namanya, gak akurat yah beritanya :p ) menganjurkan kepada para penyumbang untuk korban bencanya alam, agar JANGAN menyumbangkan susu formula, karena harus diseduh dengan air panas, dan ditempat pengungsian SULIT MENDAPATKAN AIR PANAS, nah lho😮, kalo mie instan ?? boleh ??

Namun bagaimanapun juga, mie instan sedikit banyak sudah mulai menggeser peran nasi sebagai pengganjal perut, karena harganya yang relatif murah. Untuk sarapan, makan siang, atau makan malam ? semuanya oke-oke saja jika disandingkan dengan mie instan. Mi goreng, mi rebus, bisa ditambahkan telur, kornet, sosis, sayuran, caberawit, acar, baso, cakue, otak-otak, paku ? beling ? seng ? (teteup, garing yah ? :p *biarkan) terlepas dari kontroversinya dari segi kesehatan :p.

Jadi jika ada yang menanyakan apa makanan pokok masyarakat Indonesia, maka jawabannya adalah nasi dan gandum. Gandum dalam bentuk mi instan. Dan ironisnya gandum tidak bisa dibudidaya secara massal diiklim tropis seperti di Indonesia. Gandum merupakan salah satu komoditi pertanian utama negara-negara sub tropis seperti Amerika, Australia.

Kabar baiknya, produsen Indofood rencananya akan mengeluarkan produk baru ‘NASI INSTAN’ , yang kabarnya, bahan utamanya terbuat dari GANDUM.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: