Beranda > Sosial > Konspirasi dibalik penyerangan kepada Jemaah Ahmadiyah (06/02/2011) di Cikeusik Banten ?

Konspirasi dibalik penyerangan kepada Jemaah Ahmadiyah (06/02/2011) di Cikeusik Banten ?

Perekam peristiwa penyerbuan rumah Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, Banten, masih belum jelas siapa orangnya. Namun, dalam rekaman yang beredar luas di media, si perekam leluasa mengambil gambar tanpa gangguan. Bahkan ternyata, seorang penyerbu memberikan salam tabik untuk si perekam video.

Video penyerbuan Cikeusik pada Minggu (6/2) silam yang dikantongi YLBHI ini, berisikan 39 klip data video berformat MPG dengan ukuran file mencapai 175,3 GB. Video ini berisikan peristiwa penyerbuan Cikeusik dari awal sampai akhir. Video ini diduga diambil dengan handycam digital karena codec data video ini berkualitas Dolby Digital Stereo.

Nah, entah siapa pun perekamnya, dia dengan leluasa mengambil gambar tanpa gangguan sama sekali. Dia sudah berada di rumah jemaat Ahmadiyah, saat sedang digelar semacam rapat internal. Saat polisi membujuk anggota Ahmadiyah, dia juga telah mengambil gambar.

Bahkan ketika pecah kerusuhan, dia pun tetap dengan leluasa mengambil gambar. Massa yang tampak memakai pita hijau dan pita biru melihatnya, namun sama sekali tidak mengganggunya.

Si perekam bisa berada sangat dekat dengan penyerbunya. Saat terjadi perang batu, si perekam cukup jongkok di pojok halaman rumah jemaat Ahmadiyah dan tetap mengambil gambar.

Yang menarik adalah pada klip M2U02093.MPG menit ke 3:09. Tampak seorang penyerbu yang berjaket kulit hitam dengan pita biru di dadanya dan berpeci putih. Usai melempar batu, dia melintas dekat si perekam. Si penyerbu itu lantas berhenti dan memberikan salam dengan mengatupkan kedua tapak tangan di dadanya.

Saat mengatupkan kedua tapak tangan di dadanya, si penyerbu itu mengucapkan sesuatu. Apa yang dia ucapkan tidak jelas terdengar, kalah dengan suara teriakan massa yang sedang menyerbu rumah jemaat Ahmadiyah itu. Sekilas, si penyerbu itu mengucapkan ‘sobat’. Namun, benar tidaknya kata itu yang diucapkan, tidak bisa dipastikan. Si penyerbu pun tersenyum sebelum akhirnya pergi.

Kemudian yang menjadi pertanyaan adalah, kenapa si penyerbu itu memberi salam kepada si perekam ini? Karena banyak orang lain di lokasi yang merekam dengan ponsel, tapi tidak diberikan perhatian khusus seperti ini.

Ada indikasi kalau perekam video masuk dalam rombongan Ahmadiyah, karena sudah membuat dokumentasi sejak rapat internal Ahmadiyah di rumah tersebut. Namun salam tabik dari penyerbu, membuat bingung apakah penyerbu itu kenal dengan perekam, atau hanya sekadar memberi salam.

Di sisi lain, juga tidak pernah diketahui penampilan si perekam. Apakah dia memakai baju khusus, tanda pengenal khusus, atau dia orang asing, sehingga dia aman dari para penyerbu bahkan seorang di antara mereka memberikan salam.

Namun, di tengah-tengah merekam, si perekam sempat ditelepon oleh seseorang. Dari ucapan mereka berdua, diduga bahwa si penelepon adalah atasannya. Si perekam melaporkan bahwa penyerbuan sedang berlangsung dan dia melaporkan bahwa satu rumah, satu mobil, dan satu sepeda motor telah jadi sasaran amuk massa.

Lantas, siapakah sang perekam ini? Masih misterius. Yang jelas, salam dari si penyerbu itu, adalah salam tradisional kepada tamu atau orang asing.

Yang pasti adalah fakta arah permainan setelah insiden Ahmadiyah dan Temanggung.

  1. Media (khususnya televisi) terlalu banyak mengeksplor tentang tindakan kekerasan, bukan penyebab maupun fakta-fakta aneh diatas.
  2. Beberapa kali media seperti M****TV, melakukan upaya propaganda untuk melegalkan militerisasi di masyrakat dengan opsus seperti zaman orba.
  3. Lagi-lagi media tersebut dalam pemberitaan maupun dialog, menghadirkan narasumber tidak berimbang.
  4. Sebentar lagi akan kita saksikan tindakan represif aparat terhadap ormas-ormas.
  5. Ujung-ujung dari ini semua adalah bagaimana bisa mengembalikan kendali terhadap kaum mayoritas, seperti zaman orba. Dengan mempersulit gerak, sensor ceramah, intimidasi, pembubaran, opsus dll.

Sumber : http://forum.detik.com/konspirasi-dibalik-insiden-ahmadiyah-t235836.html?nd991103frm

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: