Beranda > Humaniora, Islam, Motivasi, Pendidikan > Pancinglah Rezeki dengan Sedekah

Pancinglah Rezeki dengan Sedekah

Seminar 7 Keajaiban Rezeki Bersama Ippho Santosa Diikuti Ratusan Orang

Ratusan orang bergerak ke depan. Mereka merogoh saku, membuka dompet, dan menaruh uang ke lantai berkarpet tebal di depan pentas. Pada saat bersamaan ada yang meletakkan handphone di atas tumpukan uang, kemudian ada pula melepaskan jam tangan dan cincin emas di jari manisnya.

Demikianlah gambaran mereka yang tergerak hatinya bersedekah setelah mendengar paparan Ippho Santosa, dalam ”Seminar 7 Keajaiban Rezeki (Percepatan Rezeki dalam 40 hari dengan Otak Kanan)” di Mercure Hotel, Padang. Seminar yang digelar Entrepreneur Club (EC) Padang ini, memaparkan antara lain, jika ingin diberi rezeki oleh Allah SWT, bersedekahlah. Mengutip Ali bin Abi Thalib, Ippho Santosa mengajak, pancinglah rezeki dengan sedekah. Kemudian, setiap kesulitan dan keinginan yang ada, bisa diatasi atau didapat dengan bersedekah.

Mendalam dan bermaknanya tentang sedekah yang diinspirasikan Ippho secara islami ini, membuat peserta seminar yang mencapai 800 orang, tergugah. Ketika pakar otak kanan ini mengajak untuk mencoba sedekah, dengan kalimat siapa yang duluan menyerahkan sedekahnya, insya Allah duluan pula Allah memberi rezekinya, membalas kebaikannya. Maka, seperti mendapat pasokan energi positif, para peserta seminar pun berdiri spontan, dan memberikan sedekahnya, sebagaimana terpapar di atas, berupa uang, cincin emas, jam tangan, handphone, pena dan bahkan payung.

Setelah mendulang uang dan barang hasil sedekah, Ippho pun memperlihatkan sebuah Al Quran Miracle the Reference miliknya kepada peserta seminar. Pemilik TK Khalifah dengan 70 cabang di seluruh Indonesia ini, mengatakan, pemilik Al Quran itu adalah pembeli harga tertinggi, dan uangnya akan diserahkan ke EC untuk kemudian disedekahkan ke yang berhak.

Harga pertama dibuka Ippho, senilai Rp 200 ribu, kemudian terus naik sesuai tawaran peserta. Ketika sampai di angka Rp 10 juta, audiens sempat terdiam sesaat. Lalu, ada yang menawar Rp 12 juta, terus Rp 15 juta dan Rp 17 juta. Di angka Rp 17 juta, ada seorang peserta yang sanggup mengambil. Tapi, ketika Ippho mencoba menyemangati dengan menyebut angka Rp 20 juta, tiba-tiba dari bangku bagian belakang, seorang pria gemuk berbaju biru menunjuk, menyanggupi membeli Al Quran tersebut seharga Rp 20 juta. Setelah Ippho menawarkan ke peserta seminar lain untuk menaikkan harga, tak ada yang menjawab. Setelah hitungan sampai tiga, laki-laki yang kemudian diketahui bernama H Afrizon itu, berhak untuk sebuah kitab suci senilai Rp 20 juta.

Afrizon, pemiliki Toko Sinar Telekomunikasi ini menuturkan, ketika Ippho menyebut angka Rp 20 juta, spontan saja ia merasa ada sesuatu yang mengajaknya berbuat baik. ”Ketika kita mampu melakukannya, kita harus mau melakukannya,” demikian kata Afrizon kepada Padang Ekspres sambil memegang Al Quran senilai Rp 20 juta itu, tersenyum. Afrizon merasakan, seminar yang diikutinya ini, banyak menginspirasikan cara ideal berbuat baik. Diakuinya, sebagian memang telah pernah dilakukan, tapi masih banyak yang belum sempat dilaksanakan oleh suami Hj Emi Asmar ini pula.

Berbakti kepada Orangtua

Trik menarik dari Ippho, mengajak peserta untuk berbakti kepada orangtua. Karena katanya, berbakti, kemudian menyadari dosa dan meminta maaf kepada orangtua, akan membuka langit dan memanggil rezeki. Keridhaan Allah tidak berkait dengan keridhaan orangtua. ”Karena itu, untuk dimudahkan rezekinya, sepulang dari seminar ini, temuilah ayah dan ibu masing-masing, lalu meminta maaf ulang kepada mereka, insya Allah setelah ini akan dimudahkan rezekinya oleh Allah,” kata Ippho sambil mengingatkan, mintalah selalu doa orangtua untuk pencapaian sesuatu terkait rezeki.

Dalam paparan terkait orangtua ini, Ippho juga memperdengarkan audio tentang kebaikan orangtua dan balasan sang anak. Ternyata, orangtua selalu memberi, tapi anak seakan selalu kehilangan arti dalam sikapnya. Dipaparkan Ippho, bagaimana sejak lahir, sejak usia satu tahun, hingga 40 tahun, orangtua tidak banyak menuntut kepada kita. Bahkan dalam keadaan sakit, ketika anaknya usia 40 tahun misalnya, orangtua minta bantu perawatan kita, tak jarang ada anak berpikiran, bahwa dia sudah punya keluarga sendiri karena itu tak mungkin merawat orangtuanya karena punya urusan sendiri pula.

Audio ini membuat banyak mata peserta berkaca-kaca. Seorang peserta, Puti Reno Intan, sambil menghapus air matanya, berkata dengan terisak, bahwa yang dipaparkan Ippho itu membuat hatinya ingat almarhum ibunya. Ia dulu sering melawan pada orangtua. Tapi, syukur, ketika sang ibu sakit, ia sempat merawat, dan meminta maaf hingga sang ibu wafat, ia merasa lega. Sejak itu, dia merasa rezekinya lancar, hidupnya relatif tenang. ”Ippho benar, saya telah merasakan pentingnya berbakti pada orangtua. Jika tidak, hidup kita tidak tenteram,” kata Puti yang air matanya tetap menetes.

Menyadarkan Hati
Maya Deviera, guru SMKN 5 Padang, merasa bersyukur bisa ikut seminar 7 Keajaiban Rezeki ini. Apalagi, ia telah memiliki bukunya lebih awal. Baik buku maupun seminarnya, dinilai Maya, sangat menginspirasi agar kita melakukan yang terbaik di jalan Allah untuk hidup kita. Melalui buku dan seminarnya, Ippho menyadarkan kita dengan cara otak kanan, agar mengalami percepatan rezeki, antara lain dengan sedekah yang ”tidak hitung-hitungan”.

”Saya terharu, mata saya berkaca-kaca,” kata Ilham Yusardi, warga Payakumbuh yang sengaja datang untuk mendapatkan kekuatan motivasi bagi dirinya untuk memulai bisnis. Diakui mantan wartawan ini, anjuran sedekah, dan dibuktikan sedekah ramai-ramai di ruang seminar ini, membuat hatinya terasa kaya. Keharuan yang sama juga dirasakan Rahmi Amalia. Dia mengatakan, ingin menangis, karena anjuran yang diberikan Ippho, terutama berbakti kepada orangtua, menyentuh hati.

Pengamatan Padang Ekspres, ketika ratusan orang bergerak mengantarkan sedekahnya ke depan, banyak yang merinding dan menitikkan air mata. Karena, ternyata, sebagaimana dikatakan Andru Ishak, salah seorang pimpinan Sari Anggrek, gerakan sedekah semacam ini menimbulkan kekuatan yang selama ini tak terasakan. Hal ini juga dirasakan oleh Yuny, mahasiswa UNP, yang mengaku menangis melihat antusiasnya orang bersedekah.

Ippho yang seminarnya telah diikuti sekitar 300 ribu orang ini mengatakan, bersedekah, pamrih atau tidaknya, ikhlas atau tidaknya, akan dibalas oleh Allah SWT. Allah selalu pasti dalam janjinya. Karena itu, bersedekahlah yang banyak. “Jangan recehan. Makin besar, insya Allah makin besar pula balasannya. Sebab, uang yang kita sedekahkan, akan kembali membawa kawan-kawannya,” kata Ippho disambut tepuk tangan peserta.

Menurut Tomy Iskandar, Ketua EC Padang didampingi sekretarisnya Rini Handayani, seminar ini sungguh mengharukan. Peserta yang membeludak hingga 800 orang, di luar dugaan. Sebab, sehari sebelumnya, baru tercatat 600 orang yang memastikan ikut. Tapi, di hari H, banyak yang mendaftar.

”Alhamdulillah, semoga ini berkah bersama,” kata Tomy, yang juga menyukuri hasil dari sedekah peserta seminar cukup banyak dan memberi manfaat bagi sesama yang berhak untuk sedekah itu. Sesuai hasil hitungan tim EC dan Pos Keadilan Peduli Ummat (PKPU) Padang, uang sedekah terkumpul Rp 37.776.000, lelang Al Quran Rp 20 juta, 6 buah jam tangan, 6 buah handphone, 4 buah cincin emas, satu buah pena dan payung.

”Sedekah para peserta seminar ini, sesuai saran Ippho, akan disedekahkan kepada orang yang tepat,” kata Rini. Karena itu, dalam penyaluran sedekah ini, EC Padang bekerja sama dengan PKPU Padang. Selain itu, saking banyaknya peserta, mungkin banyak yang tidak terlayani mendapat minum dan snack, Tomy dan EC, mohon maaf. ”Mudah-mudahan, dibalas oleh Allah sebagai ibadah sedekah, diberi rezeki dan dalam kemudahan selalu,” kata tomy mendoakan. (***)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Sumber : http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=17292

  1. adhie
    Januari 19, 2012 pukul 6:26 pm

    Nauzubillah min Dzalik…
    AL-Quran tidak pantas untuk dilelang. Sadarlah wahai kaum muslimin jangan gampang terpedaya oleh bujuk rayu yang mengatas namakan Islam untuk kepentingan pribadi dan kelompok..

    Buku “7 Keajaiban Rezeki ” mengandung doktrin paham pluralisme,sekulerisme agama.. yang bisa menyesatkan…

    Smoga Allah SWT senantiasa melindungi kita dari segala kemusyrikan… amiin..

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: