Archive

Posts Tagged ‘doa’

RA Kartini, Di Balik Istilah Habis Gelap Terbitlah Terang

April 21, 2011 3 komentar

Sosok Kartini adalah metamorfosis seorang muslimah dalam menemukan jalan kepada agamanya. Melalui surat-suratnya yang dituliskan kepada sahabat-sahabatnya kita dapat melihat proses perjalanan dan pemikiran Kartini saat itu. Bagaimana Kartini memandang dakwah islam dalam keluarga, pendidikan untuk wanita yang saat itu termarjinalisasi, pandangannya tentang poligami hingga masalah misi zending dan kristenisasi.

Dalam belajar Islam di waktu kecil, boleh jadi Kartini mempunyai pengalaman yang kurang menyenangkan. Ia pernah dimarahi guru ngajinya lantaran senantiasa menanyakan makna dari ayat-ayat Al-Quran yang dia baca. Kejadian itu memunculkan penolakan pada diri Kartini.

Sampai suatu ketika Kartini berkunjung ke rumah pamannya—Pangeran Ario Hadiningrat—seorang Bupati di Demak. Kartini ikut mendengarkan pengajian bulanan bersama para raden ayu yang lain, dari balik tabir. Kartini tertarik pada materi pengajian tafsir Al-Fatihah yang disampaikan Kyai Haji Mohammad Sholeh bin Umar, seorang ulama besar dari Darat, Semarang,. Kyai Sholeh Darat ini –demikian ia dikenal—sering memberikan pengajian di berbagai kabupaten di sepanjang pesisir utara.

Setelah selesai acara pengajian Kartini mendesak pamannya agar bersedia menemaninya untuk menemui Kyai Sholeh Darat. Inilah dialog antara Kartini dan Kyai Sholeh Darat, yang ditulis oleh Nyonya Fadhila Sholeh, cucu Kyai Sholeh Darat :
“Kyai, perkenankanlah saya menanyakan sesuatu. Bagaimana hukumnya apabila seorang yang berilmu, namun menyembunyikan ilmunya?” Tertegun Kyai Sholeh Darat mendengar pertanyaan Kartini yang diajukan secara diplomatis itu.
“Mengapa Raden Ajeng bertanya demikian?”. Kyai Sholeh Darat balik bertanya, sambil berpikir kalau saja apa yang dimaksud oleh pertanyaan Kartini pernah terlintas dalam pikirannya.
“Kyai, selama hidupku baru kali inilah aku sempat mengerti makna dan arti surat pertama, dan induk Al-Quran yang isinya begitu indah menggetarkan sanubariku. Maka bukan buatan rasa syukur hati aku kepada Allah, namun aku heran tak habis-habisnya, mengapa selama ini para ulama kita melarang keras penerjemahan dan penafsiran Al-Quran dalam bahasa Jawa. Bukankah Al-Quran itu justru kitab pimpinan hidup bahagia dan sejahtera bagi manusia?”

Setelah pertemuannya dengan Kartini, Kyai Sholeh Darat tergugah untuk menterjemahkan Al-Quran ke dalam bahasa Jawa. Pada hari pernikahan Kartini, Kyai Sholeh Darat menghadiahkan kepadanya terjemahan Al-Quran (Faizhur Rohman Fit Tafsiril Quran), jilid pertama yang terdiri dari 13 juz. Mulai dari surat Al-Fatihah sampai dengan surat Ibrahim.

Mulailah Kartini mempelajari Islam dalam arti yang sesungguhnya. Kartini menemukan dalam surat Al-Baqarah ayat 257 bahwa ALLAH-lah yang telah membimbing orang-orang beriman dari gelap kepada cahaya (Minazh-Zhulumaati ilan Nuur). Rupanya, Kartini terkesan dengan kata-kata Minazh-Zhulumaati ilan Nuur yang berarti dari gelap kepada cahaya karena Kartini merasakan sendiri proses perubahan dirinya. Dalam surat-suratnya kemudian, Kartini banyak sekali mengulang-ulang kalimat “Dari Gelap Kepada Cahaya” ini. (Sayangnya, istilah “Dari Gelap Kepada Cahaya” yang dalam Bahasa Belanda adalah “Door Duisternis Tot Licht” menjadi kehilangan maknanya setelah diterjemahkan oleh Armijn Pane dengan istilah “Habis Gelap Terbitlah Terang”).

Mr. Abendanon yang mengumpulkan surat-surat Kartini menjadikan kata-kata tersebut sebagai judul dari kumpulan surat Kartini. Tentu saja ia tidak menyadari bahwa kata-kata tersebut sebenarnya dipetik dari Al-Qur’an. Kata “Minazh-Zhulumaati ilan-Nuur“. dalam bahasa Arab tersebut, tidak lain, merupakan inti dari dakwah Islam yang artinya: membawa manusia dari kegelapan (jahiliyyah atau kebodohan) ke tempat yang terang benderang (petunjuk, hidayah atau kebenaran).

Tapi sayang tidak lama setelah itu Kyai Sholeh Darat meninggal dunia, sehingga Al-Quran tersebut belum selesai diterjemahkan seluruhnya ke dalam bahasa Jawa. Kalau saja Kartini sempat mempelajari keseluruhan ajaran Islam (Al-Quran) maka tidak mustahil ia akan menerapkan semaksimal mungkin semua hal yang dituntut Islam terhadap kemuslimahannya.

Sumber : http://riyanti.web.id/nisa/di-balik-istilah-habis-gelap-terbitlah-terang/

Akal, Nafsu dan Qolbu

Dalam siklus sebuah penciptaan, Alloh Swt telah meninggikan derajat mahluk yang bernama manusia. Beragam ilmu dan pengetahuan telah Dia benamkan dalam akal manusia. Akal, inilah perantara Tuhan untuk membenamkan ilmu dan pengetahuan, yang nantinya akan dipergunakan sebagai alat bertahan hidup dimuka bumi, yang memang manusia dipersiapkan untuk menjadi khalifahnya, pemimpinnya. Dengan akal, dan ilmu pengetahuan yang terbenam didalamnya manusia mampu melakukan improvisasi dalam rangka menjalankan perannya sebagai pemimpin dimuka bumi. Terlebih, ada banyak kejadian dialam semesta, atau ayat2 Kauniyah, yg Alloh berikan sehingga manusia dapat belajar dengan akalnya.

Dan Allah Yang Maha Kuasa pun menganugerahkan manusia sifat yg bernama nafsu, yg dengannya terciptalah hasrat dan semangat untuk membuat hidup ini menjdi dinamis. Sebut saja nafsu makan, nafsu untuk mendpatkan kekayaan, dan kesejahteraan, dan berbagai macam nafsu lainnya. Sebagian orang membahasakan nafsu dengan istilah semangat, hasrat, atau apapun yg mencerminkan pengajawantahan ekspresi dari nafsu itu.

Disinilah yg menarik, manusia mengkombinasikan akal dan nafsunya untuk mepertahankan eksistensinya dimuka bumi. Kedua instrument tersebut pada akhirnya membantu manusia untuk menentukan keputusan2 untuk melanjutan perjalanan hidupnya. Apa itu salah? benar? baik? buruk? hina ? mulia? benci ? cinta? dan semua pilihan2 yg ditemui oleh manusia. Instrument inilah yg mengambil peran untuk menentukan pilihan.

Nha tantangannya, bagaimaana keduanya bisa berjalan sinergi?. Karena pada kenyataannya nafsu, sebagai salah satu sifat yg Alloh berikan kepada manusia, selalu digunakan oleh Iblis, Setan dkk, untuk memperdaya manusia. Yang seringkali membuat keputusan2 yg diambil oleh manusia didominasi oleh nafsu yg dikuasai setan. Keputusan yg di provokatori oleh setan itu cenderung melalaikan hakikat khalifah dimuka bumi, melalaikan sebuah siklus “kehidupan” dikampung akhirat, melalaikan dari pengharapan ridho Illahi dalam setiap penjalanan aktifitas.

Kemudian Alloh mengutus Nabi dan Rasul, yg bersamanya dititipkan firman-firman Tuhan, ayat-ayat Illahiah, aturan main bagi manusia, pedoman dasar bagi manusia dalam menjalani perannya sebagai khalifah. Sebuah aturan main yg menjelaskan hal-hal yg harus dilakukan, dan juga hal-hal yg harus dihindari, tidak boleh disentuh sama sekali. Disini juga dijelaskan bagimana Iblis, setan dkk menjadi musuh manusia yg paling utama. Serta diajarkan juga bagaimana caranya mengekang hawa nafsu, dan mengoptimalkan kerja akal.

Peran Nabi dan Rasul membantu manusia untk dapat memahami pedoman dasar ini. Jadi ketika manusia berinteraksi dengan FENOMENA DI ALAM SEMESTA/ AYAT-AYAT KAUNIYAH dan melakukan IMPROVISASI dalam mengambil keputusan untuk kehidupannya mereka menjadi kan AYAT-AYAT ILLAHIAH ini sebagai landasan utamanya. Sehingga walaupun keputusan yg diambil merupakaan hasil improvisasi akal, namun Insya Alloh dapat menghadirkan Ridho Illahi, karena masih berlandaskan Ayat2 Illahiah.

Hidup ini ibarat kita mngendarai sebuah mobil, dengan akal fikiran, dan juga semangat yg ditularkan oleh nafsu, kita dapat berkendara kemana saja. Ayat2 Illahiah ibarat buku pedoman berkendaraan yg dilengkapi peta petunjuk arah perjalanan, alat Gps, sebagai petunjuk arah yg kita prioritaskan untuk dicapai, sehingga manusia aman, dan nyaman dalam berkendara. Yg nantinya kendaraan kita tiba di wilayah2 yg dapat menghadirkan Ridho Illahi, dan juga kebahagian dunia dan akhirat, Insya Alloh.

Wallahu’alam bishawab

Pernahkah anda berteman dengan orang yg menyebalkan?

April 27, 2010 2 komentar

Pernahkah anda berteman dengan orang yg menyebalkan? Selamat, itu pertanda Tuhan sedang mendidik anda untuk menjadi pribadi yg sabar, berjiwa besar. Dia kirimkan instrument pelangkap untuk menguji anda, untuk meningkatkan kemulian anda di sisi Nya.

Assalamualaikum sahabat, selamat hari baik, salam MANTAB !!!

Belajar positive thingking dari Muhammad SAW

Dia sungguh menjaga perasaan, pikiran dan prasangka terbaiknya kepada setiap anak manusia. Sehingga yang terucap dari bibirnya hanyalah untaian doa keselamatan bagi setiap orang, yang melakukan perbuatan zalim kepadanya.

Tegasnya dia berkata kepada Jibril yang berdiri dihadapannya, bahwa dia hanya menginginkan pertolongan dari Alloh Swt, menurutnya para anak manusia di desa itu hanya belum paham, belum mengerti mengenai risalah yang dia bawa. Dia lantas menengadahkan tangannya, memohon hidayah kepada Illahi Rabbi terhadap seluruh penduduk kampung Thaif itu, walau saat ini penduduknya masih ingkar, dia berharap anak, cucu dan seluruh keturunan desa tersebut mendapat hidayah, pertolongan, dan kasih sayang dari Alloh swt, Tuhan Yang Maha Baik itu.

Sungguh mulia Rasul kahir zaman ini, padahal sebelumnya Jibril sempat mengutarakan keinginannya untuk memerintahkan malaikat penjaga gunung untuk membalikkan sebuah gunung mengubur desa Thaif, yang baru saja para penduduknya mengusir Rasulullah Saw. Menimpuki kekasih Alloh itu dengan batu dan kotoran hewan, hingga jubahnya basah dengn lumuran darah yang mengucur dari kepala dan sebagian tubuhnya yang terluka, ditambah cacian, makian dan umpatan kepada Muhammad Saw, yang namanya dijadikan mahar pernikahan Adam As dan Hawa.

Baginya harapan itu masih ada, hidayah, pertolongan dan kasih sayang Alloh itu pasti datang, itulah ungkapan cinta beliau kepada para umat nya. Rindu kami pada mu ya Rasul, andai engkau ada disini.

Jakarta, Senin, 12 Jumadil Awal 1431 H/ 26 April 2010 M

Al Fakir, Salman Al Farisy

INNA SOLATI WA NUSUKI WA MAHYAYA WA MAMATI LILLAHI RABBIL ALAMIN

Terima kasih Ya Rabb atas amanah yg KAU embankan kepada kami. Diantara kami ada yg menjadi Pedagang, Karyawan swasta, PNS, Ibu Rumah Tangga, Pejabat, Mahasiwa, Pelajar, atau bahkan belum dapat pekerjaan tetap, namun kami tetap berusaha untuk senantiasa BERSYUKUR ya RABB, atas anugerah hidup yg telah ENGKAU beri.

Dengan mata bathin kami yg lemah terkadang, kami kerap JENUH, dengan rutinitas yg ada. Semuanya terlihat seperti BEBAN yg menggunung di pundak-pundak kami. Kadang, bahkan sering kami mengeluh betapa HIDUP ini terlihat membosankan, menjenuhkan.

Ya RABB, kami ini lemah Ya RABB, ENGKAU yang MAHA KUAT, bantu kami YA RABB agar kuat dalam mengemban amanah yang telah KAU beri, agar istiqomah dalam mengisi hidup yang telah kau anugerahkan untuk beribadah kepada MU. Karena kami tahu yang ENGKAU berikan selama ini BUKANLAH BEBAN atau MASALAH, karena jika itu MASALAH maka semuanya adalah AZAB.

Kami tahu YA RABB bahwa, semua kejadian ini, semua suasana ini, adalah PELAJARAN berharga dari MU agar kami dapat menjadi INSAN-INSAN yang KUAT, yang MULIA di sisi MU, yang selalu ENGKAU RIDHOI, yang memang ENGKAU persiapkan untuk menjadi KHALIFAH/PEMIMPIN di dunia ini. Dan semua prosesnya adalah IBADAH demi mengharap KERIDHOAN MU, walau terlihat berat, namun kami tahu ada ENGKAU yang MAHA KUAT akan selalu membantu kami. Dan sesungguhnya solatku, amal perbuatan ku, serta hidup dan matiku hanya kerana ENGKAU YA RABB, TUHAN PENGUASA ALAM, ALLOH SWT

INNA SOLATI WA NUSUKI WA MAHYAYA WA MAMATI LILLAHI RABBIL ALAMIN

Jakarta, Jum’at 09 Raby` al-awal 1431 H/ 05 Maret 2010 M

Al Faqir
Salman Al Farisy